Hidupkan Suasana Religius, KKN 119 UIN Suka Mengabdi Lewat Pengajaran TPA di Sibolong

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 119 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus menebar manfaat di lokasi pengabdiannya. Kali ini, fokus pengabdian menyasar pada pembinaan karakter dan pendidikan agama bagi anak-anak melalui kegiatan pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Dusun Sibolong.

Kegiatan yang berlangsung di Mushola Al-Muttaqin ini disambut hangat oleh para santri, pengurus TPA, dan warga setempat. Kehadiran mahasiswa UIN Sunan Kalijaga membawa semangat baru dalam proses belajar mengajar Al-Qur’an di dusun tersebut.

Pendekatan Belajar yang Menyenangkan

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN 119 tidak hanya sekadar menyimak bacaan Iqra’ atau Al-Qur’an, tetapi juga menerapkan metode pembelajaran yang interaktif. Terlihat dalam dokumentasi kegiatan, para mahasiswa duduk melingkar di atas karpet hijau masjid, menciptakan suasana diskusi yang hangat dan dekat dengan anak-anak maupun remaja masjid.

“Kami berusaha membuat adik-adik di Sibolong merasa nyaman dan senang saat belajar agama. Selain memperbaiki makhraj dan tajwid, kami juga menyisipkan kisah-kisah nabi dan motivasi agar mereka semangat menjadi generasi Qur’ani,” ujar Alfi Sahrin salah satu anggota divisi keagamaan KKN 119.

Mempererat Ukhuwah dengan Masyarakat

Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara mahasiswa dengan warga. Terlihat interaksi yang cair antara mahasiswa beralmamater hijau dengan ibu-ibu dan pengajar lokal. Sinergi ini penting untuk memastikan program keagamaan di Sibolong tetap berjalan aktif bahkan setelah masa KKN berakhir.

Pengurus TPA setempat, Bu Mun mengapresiasi inisiatif mahasiswa. “Anak-anak jadi lebih rajin datang ke masjid karena ada kakak-kakak KKN. Cara mengajar mereka yang sabar dan kekinian membuat suasana TPA jadi lebih hidup,” ungkapnya.

Komitmen UIN Sunan Kalijaga

Program pendampingan TPA ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai keislaman integratif-interkonektif yang diusung oleh UIN Sunan Kalijaga. Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademis, tetapi juga harus peka terhadap kebutuhan spiritual masyarakat di tempat mereka mengabdi.

Melalui kegiatan ini, KKN 119 berharap dapat menanamkan fondasi agama yang kuat bagi anak-anak di Sibolong, sekaligus membentengi mereka dengan akhlakul karimah di tengah tantangan zaman yang semakin modern.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *